1.
Tujuan
Berbagi
informasi khususnya mengenai piston original yang digunakan di cylinder linner
Kawasaki Ninja.
2.
Data
Piston : Original Kawasaki Ninja 2 tak (material
dan tipe : unknown)
Tahun beli motor : Mei 2001
Jarak tempuh : ±31,000 km (3 tahun)
Kondisi mesin : Standar 100%
Daerah pemakaian : DKI Jakarta dan Sirkuit Sentul
Catatan: 1000 km pertama di
Sirkuit Sentul, tanpa Inreyend. Max : 180 km/jam.
Service besar hingga saat ini : hanya 2
kali, ketika 5,000 km dan 20,000 km
Service rutin : 1 bulan 1 kali (cuci
filter, cuci karburator) , catatan : setiap kali service, busi dan oli gear box
ganti dengan baru
Oli mesin sejak
pertama beli motor : Shell Advance 2 T (harga pasaran ±Rp 17,500)
Oli gear box : Repsol 4 T 10w / 40
(harga pasaran ±Rp 35,000)
Busi
: NGK B 9 EVX (harga di Otista ±Rp 19,000)
BBM
: Setelah Premix, Pertamax Plus , catatan : tidak pernah isi premium
Ganti
piston baru pada : November 2004 (±31,000 km)
3.
Foto-foto
piston Original Kawasaki
Ninja 2 tak setelah 31,000km pemakaian

|
|
|
|
|
|
|
3.2 Second ring groove belang (gambar 2)
|
|
Terlihat
pada bagian 2nd ring groove belang-belang. Ini disebabkan karena
ring piston pada groove ke 2 ini ada dua buah, yang satu ring piston seperti
pada umumnya sedangkan yang lain ring tipis tidak rata. (gambar 3). Pertanyaan
yang muncul: 1) Kenapa pada 2nd ring
groove dipasang 2 ring tersebut? 2)Bagi teman-teman yang akan membeli piston,
harap hati-hati akan hal ini. Ketika beli harus diperiksa apakah telah mendapatkan
ring dengan lengkap? Seperti terlihat pada gambar 3.
Piston
original setelah pemakaian 31,000 km pun tidak terdapat bekas gesekan kuat, aus
(wear), atau bekas benturan kuat. Malahan alur-alur machining pada piston ini
masih ada. (alur machining di foto, agak susah terlihat, tapi pada keadaan
sebenarnya terlihat jelas sekali). Ini membuktikan bahwa sistem lubricating
(pelumasan) pada mesin adalah normal, atau lubricating tercukupi, mengingat
jarak tempuh 31,000 km, dan ada juga pemakaian di Sirkuit Sentul.
3.3 Range (jarak) ring groove piston
Original Kawasaki
|
|
Setelah
jarak ring groove diukur, ternyata diketahui bahwa jarak
1st ring groove lebih kecil dari pada jarak 2nd ring
groove. (gambar 4 dan 5)
Alat
ukurnya adalah klip jepitan kertas. Dari hal ini diperoleh pelajaran bahwa
piston original Kawasaki
memiliki jarak ring groove yang berbeda, dimana jarak 1st ring
groove lebih besar dari 2nd ring groove seperti terlihat pada
gambar. Hal ini
bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang ingin membeli piston ninja,
usahakan membawa semacam jepitan kertas ketika membeli piston ninja untuk
mengukur ini. Karena menurut sumber yang tidak bisa dipercaya, piston palsu made in PULO GADUNG banyak beredar di
pasaran.
Lalu
periksa juga apakah marking tanda panah maupun simbol huruf tercetak jelas atau
asal-asalan. (gambar 6)

|
3.4 Piston Core
bagian langit-langit terbakar
|
|
Bagian
core piston, sisi langit-langitnya berwarna hitam akibat penumpukan karbon
(gambar 7). Pada piston 2 tak, hal ini wajar karena BBM dan oli ikut terbakar
di Cylinder linner. Pada kondisi sebenarnya, di dinding dalam piston ninja
original terdapat huruf bekas cetakan pabrik piston yaitu ART. (tidak kelihatan
pada foto). Hal
ini juga bisa menjadi acuan bagi teman-teman yang ingin membeli piston, agar
melihat dinding dalam piston dan mencari bekas cetakan pabrik piston tersebut.
Tambahan : cetakan huruf ART tersebut, dicetak dengan huruf tegak lurus.
Karena ada juga piston Yamaha yang dicetak ART tapi dengan huruf miring (ART)
dan agak tebal. Kalau miring biasanya trade mark piston dari Thai ART.
4. Saran
a. telitilah
sebelum membeli piston. Awas piston made in pulo gadung.
b.
gunakan selalu oli mesin yang sejenis.
Jangan menggunakan minyak sayur.
c.
gunakan BBM yang berkualitas dan sesuai spesifikasi tuntutan mesin.
d.
rajin-rajinlah membersihkan saringan udara dan karburator. Filter jangan
dilepas.
e.
hindari jalanan macet. Kalo perlu ngaso dulu minum kopi di taman suropati.
f.
sebisanya luangkan waktu ke Sirkuit Sentul, karena terbukti sangat baik untuk
kesehatan Rider maupun jeroan mesin.
g.
usahakan jarang-jarang membuka blok, karena risiko baut aus, masuknya debu ke
blok. Debu atau benda asing yang masuk menyebabkan gesekan, sehingga mesin
rawan aus. Sekali lagi, JANGAN LEPAS SARINGAN UDARA.
OK, Sampai jumpa pada episode seputar
komponen Kawasaki
Ninja berikutnya ya!!!!!
Penulis:
Audi Tarantini. (Tulisan ini merupakan hasil pikiran
penulis tanpa maksud atau niat negatif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar